Akibat bencana akhir tahun lalu misalnya, di mana, kondisi ini menyebabkan Intake Guo Kuranji,Lubuk Paraku dan Kampung Koto Gunung Pangilun mengalami kerusakan serius. Begitu juga dengan bencana banjir yang melanda Kota Padang pada Senin (3/8) lalu, sehingga membuat sejumlah pipa di berbagai intake lainnya juga mengalami kerusakan.
“Kepada seluruh pelanggan kami di seluruh Kota Padang, kami dari manajemen Perumda Air Minum Kota Padang, pertama meminta maaf atas ketidaknyamanan dari layanan ini, setelah beberapa bulan ini pascaterjadinya bencana beberapa bulan lalu. Namun kami tetap berkomitmen akan memberikan pe- layanan yang terbaik kepada pelanggan,” ujar Kepala Humas Perumda AM Kota Padnag, Adhie Zein, Jumat (7/8).
Meski demikian, dirinya memastikan, Perumda AM Kota Padang tetap saat ini, terus bekerja keras agar aliran air bisa kembali normal seperti semula. Saat ini, Perumda AM Kota Padang baru saja melakukan perbaikan pipa-pipa yang rusak akibat banjir Senin lalu, yang membuat aliran air di sejumlah titik di Kota Padang sempat terganggu.
Dan kini Perumda AM Kota Padang fokus pada perbaikan tiga Intake yang rusak akibat banjir akhir- tahun lalu, yakni intake Guo Kuranji, Lubuk Paraku dan Kampung Koto Gunung Pangilun.Pada Intake Kampung Koto, Gunung Pangilun, banjir menggenangi bak prased yang semula telah di kerjakan oleh HK. Selain itu, tingginya debit air baku sungai dengan kekeruhan air yang melewati batas kemampuan pengolahan, juga menjdi kendala utama dalam pengolahan.
Bersamaan dengan itu, juga sedang dilakukan perbaikan IPA Gunung Pangilun, yang memiliki dua accelator di mana masing-masingnya berkapasitas 2×250 liter/detik. Namun saat ini salah satu accelator sedang diperbaiki sehingga hanya satu yang bisa difungsikan.
Accelerator pada IPA ini berfungsi sebagai unit bangunan sentral penjernihan air baku yang meng-- gabung gabungkan tiga proses utama sekaligus, pencampuran bahan kimia (koagulasi), pembentukan gumpalan flok (flokulasi), dan pengendapan partikel lumpur atau kotoran (sedimentasi) secara cepat.
Rusaknya IPA Gunung Pangilun ini mempengaruhi distribusi air di sekitar kawasan Pusat Kota, Gunung Pangilun, hingga sebagian wilayah Padang Sarai dan sekitarnya.
Lalu untuk kondisi intake Guo Kuranji, kerusakan dipicu bendungan sementara yang telah dikerjakan, yang hanyut terbawa derasnya arus banjir sehingga menutup akses air baku ke pengolahan. Kerusakan ini berpengaruh pada distribusi air di kawasan Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Taruko I & II, Kalumbuk, Balai Baru, Wahana VI, Buana Indah III, Rimbo Tarok, serta Tarok Indah I & II.
Sejumlah pekerja dari Hutama Karya terlihat sedang memperbaiki accelerator IPA Gunung Pangilun Perumda AM Kota Padang yang mengalami kerusakan, Jumat (7/8).(foto: zoe/sindotime)Sedang kan pada Intake Paraku, kondisi airnya sangat keruh sekali, sehingga tidak mampu diolah oleh pengolahan. Ini karena terlalu banyak mengandung sedimen berupa lumpur dan material lainnya yang terbawa arus banjir. Sehingga berpengaruh pada distribusi air di bagian selatan Kota Padang.
Selain itu, intake Palukahan juga memasuki tahap perbaikan. Hanya saja, pengerjaannya belum bisa dimulai. Sebab, ini akan dilakukan secara bertahap oleh pemerintah.
“Dan kami juga meminta kepada pelanggan untuk bersabar selama proses pengerajaan IPA yang sedang kami lakukan bersama pemerintah melalui Hutama Karya. Kepada pelanggan dirinya atas nama lem- baga juga mengimbau kepada pelanggan agar bisa menghemat air, jangan lupa mematikan kran sesudah penggunaan air dan gunakanlah air seperlunya. Jika menemui kendala di lapangan, bisa menghubungi pihaknya di layanan call centre,” pintanya.
Dia juga tidak menampik, malang tidak dapat ditolak, mujur tidak dapat diraih. Ini murni disebabkan bencana alam, yang membuat sejumlah intake di Perumda AM Kota Padang mengalami kerusakan.
Sekadar informasi saja, produksi air minum Parumda AM Kota Padang dibagi menjadi tiga produksi yakni, produksi pusat yang berasal dari Intake Kampung Koto menuju IPA Gunung Pangilun, lalu Pro duksi Selatan yakni Intake Paraku : IPA Lubuk Paraku, Intake Paluki : IPA Paluki 1A 1 B, Intake Paluki – sikayan : IPA Silayan dan IPA Ruhak Pala, intake Gambir : IPA Gambir, Intake Bungus : IPA Bungus, Intake Jawa Gadut : IPA Jawa Gadut.
Serta Produksi Utara untuk Intake palukahan : IPA Taban dan IPA Palukahan, Intake Garing, intake Latung, intake Sungai Duo, intake Taban, intake Sarik : IPA Latung, intake Guo Kuranji : IPA Guo Kuranji. Dengan total keseluruhan pelanggan sekitar 150 ribu pelanggan.(CRN)
