Maninjau, CR – Harapan baru mulai menyinari kehidupan puluhan keluarga penyintas bencana tanah longsor di Kecamatan Tanjung Raya. Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang berlokasi di Jorong Bancah, Kenagarian Maninjau, kini telah memasuki tahap akhir dan dijadwalkan siap diserahterimakan kepada warga terdampak dalam dua hari ke depan.
Sebanyak 35 unit Huntara tersebut dibangun sebagai solusi layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau rumahnya berada di zona merah pascabencana longsor yang melanda kawasan Maninjau beberapa waktu lalu. Kehadiran Huntara ini menjadi jawaban atas kebutuhan dasar hunian aman dan manusiawi bagi para penyintas yang selama ini bertahan di lokasi pengungsian darurat dengan fasilitas terbatas.
Lokasi Huntara di Jorong Bancah dinilai cukup strategis. Selain aman dari ancaman longsor susulan, kawasan ini juga berada tidak jauh dari salah satu ikon pendidikan setempat, Pondok Pesantren Buya Hamka yang terletak di Jorong Kukuban. Pemilihan lokasi tersebut diharapkan dapat memudahkan mobilitas warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari, sekaligus menjaga ikatan sosial antarwarga yang terdampak bencana.
Pembangunan Huntara ini tidak hanya dipandang sebagai penyediaan tempat tinggal sementara, tetapi juga sebagai langkah awal pemulihan kehidupan sosial dan psikologis masyarakat pascabencana. Dengan hunian yang lebih layak, warga diharapkan dapat kembali menata kehidupan, sembari menunggu solusi hunian permanen dari pemerintah.
Rencana serah terima Huntara dalam waktu dekat disambut antusias oleh para penyintas. Bagi mereka, Huntara bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian dan harapan baru untuk bangkit dari trauma bencana serta melanjutkan kehidupan dengan rasa aman dan lebih bermartabat.(Diwarsyah)
