Lubuk Basung CR — Pemerintah Kabupaten Agam terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan pasca bencana alam melalui kegiatan sosialisasi dan langkah pemulihan terpadu yang digelar di Lapangan Kayu Pasak, Jorong Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Sabtu (13/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah daerah dalam memastikan penanganan korban bencana berjalan terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Agam Benni Warlis dan Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, Direktur Pol PP dan Linmas Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, perwakilan BNPB dan BASARNAS, Kodim 0304/Agam, Polres Agam, para kepala OPD, camat, wali nagari, serta masyarakat terdampak yang saat ini masih berada di pengungsian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa proses pemulihan pasca bencana difokuskan pada penyediaan hunian sementara (huntara) di sejumlah titik, di antaranya di SD 05 Kayu Pasak dan kawasan Gumarang. Huntara tersebut direncanakan untuk diusulkan menjadi hunian tetap (huntap) bagi warga yang terdampak paling parah.
Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam mencatat dampak signifikan terhadap sektor perumahan akibat bencana. Sebanyak 256 unit rumah dilaporkan hanyut, 511 unit mengalami rusak berat, 396 unit rusak sedang, dan 486 unit rusak ringan. Penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kerusakan dan prioritas kebutuhan masyarakat.
Dari aspek kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam telah melakukan penanganan fisik dan psikologis bagi warga terdampak melalui layanan traumatologi di puskesmas dan rumah sakit. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah munculnya penyakit pasca bencana.
Pada sektor sosial, Dinas Sosial Kabupaten Agam memastikan pemenuhan jaminan kesejahteraan sosial bagi korban bencana, di antaranya santunan duka bagi korban meninggal dunia, bantuan uang harian bagi warga yang menempati hunian sementara, serta bantuan peralatan rumah tangga bagi penerima hunian tetap.
Perwakilan BNPB, Enny Supartini, mengapresiasi soliditas dan kekompakan seluruh unsur dalam penanganan bencana di Kabupaten Agam. Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri mendorong percepatan pemulihan pasca bencana melalui integrasi data lintas sektor, sehingga seluruh layanan dapat tepat sasaran dan diberikan secara gratis kepada masyarakat terdampak.
Dengan sinergi lintas instansi dan dukungan penuh dari pemerintah pusat serta daerah, Pemkab Agam optimistis proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan efektif dan membawa harapan baru bagi masyarakat Palembayan dan sekitarnya.(Diwarsyah)
