Komitmen percepatan tersebut ditegaskan dalam rapat darurat koordinasi pembangunan Huntara yang dipimpin oleh Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksamana Widjaja, S.H., M.Si., Eny Supartini, TA. Ka BNPB, Dandim 0304 Agam Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso, S.I.P., Kalaksa BPBD Kabupaten Agam Rahmat Lasmono, AP, S.Sos, M.AP, Asisten I Setda Agam Yunilson, S.Sos, M.M, serta tim teknis terkait.
Dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa progres pembangunan sempat menghadapi kendala, terutama faktor cuaca serta keterlambatan suplai material bangunan. Hambatan distribusi terjadi akibat kondisi akses jalan yang masih mengalami kerusakan parah pascalongsor, sehingga berdampak pada kelancaran pengiriman logistik ke lokasi pembangunan.
Meski demikian, target penyelesaian Huntara tetap dicanangkan rampung pada akhir bulan Desember, tepatnya 29 Desember. Menyikapi hal tersebut, tim pelaksana sepakat melakukan perubahan skema kerja agar proses pembangunan berjalan lebih optimal.
Langkah strategis yang diambil antara lain dengan membagi pengerjaan ke dalam beberapa tim berdasarkan kelompok barak, serta menambah tenaga tukang (ahli) dari luar daerah guna mempercepat progres dan meningkatkan kualitas pekerjaan.
Selain itu, diupayakan pula penyediaan peralatan masak, kompor, serta perabot rumah tangga bagi penghuni hunian sementara (huntara), guna menunjang kebutuhan dasar dan aktivitas sehari-hari selama masa transisi pascabencana. Dukungan ini diharapkan dapat membantu warga terdampak untuk segera beradaptasi dan kembali menjalani kehidupan secara lebih layak.
Pemerintah bersama BNPB dan unsur terkait menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan Huntara tepat waktu, sehingga para korban bencana dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan manusiawi sebagai bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat Palembayan. (Diwarsyah)
