Duka Agam Kian Mendalam: Korban Meninggal Capai 139 Orang, 15 Ribu Lebih Warga Mengungsi

https://cahayarealita.com
By -
0


(Lubuk basung, kab. Agam) CR — Duka masyarakat Kabupaten Agam semakin dalam. Hingga Selasa (2/12), jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang dan galodo yang menerjang empat jorong di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, kembali bertambah. Tim pencarian menemukan sembilan korban lagi dalam kondisi tidak bernyawa.


Data terbaru dari Posko Utama Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Agam mencatat total 139 korban meninggal. Rinciannya, Kecamatan Palembayan menjadi daerah dengan korban terbanyak, yaitu 115 orang. Disusul Kecamatan Malalak dengan 12 korban, Kecamatan Tanjung Raya 9 orang, serta masing-masing satu korban di Kecamatan Matur, Palupuah, dan Ampek Nagari.


Sementara itu, jumlah warga yang masih dinyatakan hilang mencapai 86 orang. Mayoritas berasal dari Kecamatan Palembayan dengan 76 orang, diikuti Malalak 6 orang, Tanjung Raya 3 orang, dan Lubukbasung 1 orang.


Lonjakan juga terlihat pada jumlah pengungsi yang kini melebihi 15.300 orang. Kecamatan Tanjung Raya menjadi lokasi terbanyak dengan 9.198 pengungsi. Disusul Malalak 2.419 orang, Palembayan 1.511 orang, Ampek Nagari 400 orang, IV Koto 778 orang, Tanjung Mutiara 901 orang, dan Kecamatan Palupuah 100 orang.


Di sisi lain, korban luka yang dirawat di fasilitas kesehatan berjumlah 41 orang. Mereka tersebar di RSUD Lubukbasung (38 orang), RS M. Djamil Padang (2 orang), dan RS M. Yamin Pariaman (1 orang).


“Kami terus memperbarui data sesuai perkembangan di lapangan, baik terkait pencarian korban hilang, jumlah pengungsi, maupun total kerugian akibat bencana pekan lalu,” ujar Kadis Kominfo Agam, Roza Syefridianti, kepada media


Bencana besar ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Agam, sementara upaya pencarian, penanganan, dan pemulihan terus dilakukan tanpa henti oleh berbagai pihak.(Diwarsyah)

Tags:

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)