(Lubuk Basung, kab. Agam) CR -Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampuang Tangah,Kecamatan Lubuk Basung, dipastikan segera kembali beroperasi setelah sebelumnya dihentikan sementara akibat kasus ke racunan yang terjadi pada awal Oktober lalu. Sebagai pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah barat Lubuk Basung, SPPG ini telah menjalani rangkaian evaluasi dan pembenahan me nyeluruh di berbagai aspek.
Satgas MBG Agam bersama tim teknis medis telah melakukan kajian klinis, evaluasi prosedur, hingga peninjauan ulang standar operasional. Dari hasil evaluasi tersebut, SPPG Kampuang Tangah dinyatakan layak kembali beroperasi untuk melayani lebih dari 3.561 penerima manfaat dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. H. Hendri Rusdian, M.Kes , dalam perbincangan bersama awak media mengenai perkembangan terbaru pasca kasus keracunan yang sempat menetapkan Lubuk Basung dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) bulan lalu.
Menurut Hendri Rusdian, proses penilaian dilakukan secara ketat oleh tim gabungan Satgas MBG Agam. “Sesuai mekanisme pasca KLB dan hasil uji laboratorium, SPPG tersebut telah direkomendasikan untuk kembali beroperasi setelah melewati berbagai pembenahan, termasuk adanya tim uji klinis makanan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihak pengelola MBG harus melakukan pengawasan ekstra terhadap setiap produk makanan yang akan dikonsumsi oleh peserta program. Pengalaman KLB keracunan sebelumnya, kata Hendri , harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengelola MBG di Kabupaten Agam dalam me mastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada pelajar.
Lebih lanjut, Hendri Rusdian menyebutkan bahwa saat ini terdapat 25 SPPG yang siap beroperasi penuh di Kabupaten Agam, termasuk 8 SPPG di wilayah Lubuk Basung. Ia berharap seluruh unit layanan dapat bekerja optimal demi menyukseskan program prioritas nasional tersebut.
“Semoga pengalaman ini memperkuat komitmen kita bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para penerima manfaat, khususnya para pelajar,” tutupnya.(Diwarsyah)

