Rumah-rumah hancur rata dengan tanah, tersisa puing-puing yang terseret lumpur tebal, menggambarkan betapa dahsyatnya aliran air bercampur material dari hulu.
Dalam tinjauannya, Ridwan DT Tumbijo sempat menyampaikan estimasi awal terkait kerusakan dan korban. " Yang memang berdampak luar biasa. Kalau diperkirakan, dari kita di lapangan tadi, lebih kurang ada 100 rumah yang dilanda galodo," ujar Ridwan, dengan wajah menunjukkan keprihatinan mendalam saat berada di lokasi yang kini dipenuhi bebatuan dan lumpur.
Beliau juga menangkap momen pilu di mana terlihat beberapa jenazah ditutupi kantung oranye, diduga merupakan korban jiwa akibat musibah ini. Selain itu, Ridwan dan tim juga terlihat mengunjungi fasilitas kesehatan seperti Puskesmas yang dijadikan tempat penampungan sementara, berinteraksi langsung dengan para penyintas dan memastikan mereka menerima perawatan.
Kunjungan Ridwan DT Tumbijo ini tidak hanya untuk melihat kerusakan, tetapi juga untuk memastikan bantuan logistik dan medis disalurkan dengan cepat kepada warga yang terdampak, khususnya bagi ratusan keluarga yang kini kehilangan tempat tinggal.
Bencana ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, serta urgensi perhatian pemerintah terhadap penanganan pascabencana di daerah-daerah terpencil. Seruan "PRAY FOR PALEMBAYAN" yang tertera dalam video adalah ajakan universal untuk simpati dan dukungan bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan diri dari bencana.(Diwarsyah)

